12 Mei 2013.
Kerendahan Hati.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
(Amsal 8:13)
Kalau alkitab bilang Tuhan membenci kecongkakan, maka itu berarti Tuhan suka dengan kerendahan hati. Kerendahan hati itu tidak sama dengan sopan santun yang biasa kita lihat dalam masyarakat. Kita sering melihat bagaimana orang membungkukkan badan, meng"iya"kan dengan halus segala sesuatunya, senyum, tidak pernah berteriak dan sebagainya. Itu sopan santun, tapi bukan kerendahan hati. Sebab kerendahan hati itu bicara tentang sikap yang di dalam dan bukan yang di luar. Kerendahan hati itu kesadaran bahwa tanpa Tuhan dia tidak bisa berbuat apa-apa, juga tanpa manusia lain dia juga tidak bisa berbuat banyak. Karena kesadaran itulah yang membuat sikapnya berubah. Baik terhadap Tuhan, orang lain, maupun kehidupan.
Milikilah kerendahan hati, jangan hanya berpenampilan sopan di depan tetapi sangat congkak di dalam. Ingat bahwa Tuhan melihat hati dan bukan penampilan yang di luar.
Jagalah hati dengan segala kewaspadaan, dari situ terpancar kehidupan.
(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
No comments:
Post a Comment