Sunday, May 19, 2013

15 Mei 2013. Tetap ada waktu buat Yesus.


15 Mei 2013
Tetap ada waktu buat Yesus

"Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
(Markus 9:30-31)

Di tengah kesibukan-Nya melayani banyak orang, Yesus ada saat-Nya tidak mau ada orang banyak mendekat kepada-Nya. Itulah saat dimana Dia memberi waktu-Nya untuk mengajar para murid-Nya. Lihat betapa pentingnya saat sendiri untuk mengajar, mengalirkan hati-Nya kepada para murid. Kita semua adalah murid-Nya.

Seringkali kita sudah begitu sibuk dengan tugas, pekerjaan dan pelayanan kita. Betapa sibuknya, sehingga bahkan kita yang tidak ada waktu lagi buat Yesus.

Saudara yang kekasih, kapan terakhir saudara merasakan Yesus mengajar secara pribadi? Mungkin sudah cukup lama kita tidak duduk berdiam diri sendiri dengan Yesus.

Bagaimanapun, sediakanlah waktu buat Dia mengajar kita secara pribadi. Tetap ada waktu buat Yesus. Itu yang terbaik.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Thursday, May 16, 2013

14 Mei 2013. Bertanya Kepada Tuhan.

14 Mei 2013.

Bertanya Kepada Tuhan.

"Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya."
(Markus 9:32)

Banyak hal dalam hidup kita ini yang tidak kita mengerti. Sebagian berupa kenyataan-kenyataan yang begitu membingungkan sebagian lagi berupa pertanyaan-pertanyaan orang tertentu yang sulit kita pahami. Di saat seperti itulah sebenarnya kita harus bertanya kepada Tuhan.

Tetapi ada kalanya kita segan bertanya. Mengapa orang percaya segan bertanya kepada Tuhan? Ada beberapa kemungkinan yang saya lihat:
1.Gengsi atau merasa malu.
   Malu kalau dikira tidak tahu apa-apa.            Padahal bukankah kita memang tidak terlalu banyak tahu?

2. Tidak yakin bisa mendengar jawaban Tuhan.
     Bukankah banyak yang berkata," saya tidak bisa mendengar suara Tuhan" kita adalah domba-Nya, pasti kita mendengar suara-Nya.

3.Tidak peduli.
   Tentu ini yang paling parah. Tidak tahu dan tidak peduli.

Saudara yang kekasih, daripada mendengar dari orang lain yang separuh benar, jangan segan bertanya kepada Tuhan.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

13 Mei 2013. Garam.


13 Mei 2013.
Garam.

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
(Matius 5:13)

Betapa hebatnya ketika Tuhan mengatakan bahwa kitalah garam dunia. Ada banyak fungsi garam. Mungkin lebih banyak dari yang kita tahu saat ini. Tetapi pada dasarnya garam itu nyata namun tak berujud nyata. Garam justru sangat nyata pada saat sepertinya dia tidak ada. Ibu-ibu yang memasak tahu betapa garam yang ia butuhkan pada masakannya sangatlah diharapkan larut dan tak berujud lagi. Kalau masih berujud dan ikut kita makan, pasti kita muntahkan atau kita akan berteriak karena rasa asinnya. Itulah kehidupan kristen yang sejati, yaitu menjadi garam. Tak ingin berujud-tapi malah justru melarut. Tak ingin tampil berkilau-tetapi mengubah rasa. Dan yang tidak kalah pentingnya, takarannya harus pas....

Saudara yang kekasih, kalau hari ini kita bukan orang yang menonjol dan tak ada yang mengenal kita bukan berarti kita tidak berguna. Jadilah garam di tempat kita masing-masing...nyata walau sepertinya tidak ada, dan tentu saja...pas...

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Tuesday, May 14, 2013

12 Mei 2013. Kerendahan Hati.

12 Mei 2013.

Kerendahan Hati.

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
(Amsal 8:13)

Kalau alkitab bilang Tuhan membenci kecongkakan, maka itu berarti Tuhan suka dengan kerendahan hati. Kerendahan hati itu tidak sama dengan sopan santun yang biasa kita lihat dalam masyarakat. Kita sering melihat bagaimana orang membungkukkan badan, meng"iya"kan dengan halus segala sesuatunya, senyum, tidak pernah berteriak dan sebagainya. Itu sopan santun, tapi bukan kerendahan hati. Sebab kerendahan hati itu bicara tentang sikap yang di dalam dan bukan yang di luar. Kerendahan hati itu kesadaran bahwa tanpa Tuhan dia tidak bisa berbuat apa-apa, juga tanpa manusia lain dia juga tidak bisa berbuat banyak. Karena kesadaran itulah yang membuat sikapnya berubah. Baik terhadap Tuhan, orang lain, maupun kehidupan.

Milikilah kerendahan hati, jangan hanya berpenampilan sopan di depan tetapi sangat congkak di dalam. Ingat bahwa Tuhan melihat hati dan bukan penampilan yang di luar.

Jagalah hati dengan segala kewaspadaan, dari situ terpancar kehidupan.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

11 Mei 2013. Baik Berkenan Sempurna.


11 Mei 2013.
Baik Berkenan Sempurna.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Tuhan; apa yang baik, yang berkenan kepada Tuhan dan yang sempurna.
(Roma 12:2)

Alkitab bicara tentang 3 kategori penilaian Tuhan atas hidup kita. Yang pertama adalah baik. Banyak orang Kristen yang hanya mengejar nilai: baik, ini padahal yang baik belum tentu berguna. Puas hanya disini saja sebenarnya tidak baik. Sebab diantara semua yang baik tadi, ada yang berkenan atau Acceptable yaitu sesuatu yang Tuhan suka dan menerima.

Sebagai contoh, bukankah semua makanan itu pada dasarnya baik. Tapi buat saya beberapa jenis makanan saya tidak suka. Tidak ada yang jahat dari makanan itu, tapi saya memang tidak bisa menyantapnya. Nah, dari yang saya suka tadi, ada jenis-jenis makanan yang adalah favorite saya. Itu yang tiap kali saya santap rasanya sempurna. Saudara yang kekasih, Tuhan juga demikian.

Mari beri kehidupan yang sesuai dengan selera-Nya, sesuai dengan citarasa yang Dia ingini. Dengan demikian kita akan selalu menyukakan hati-Nya.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Sunday, May 12, 2013

10 Mei 2013. Berkilau.

10 Mei 2013.
Berkilau


Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
(II korintus 13:5)

Lihatlah sekitar anda, atau lihat diri anda sendiri. Mungkin akan terlihat perbatu atau batu mulia lainnya yang begitu berkilau. Jika sudah dikenakan orang, tampak begitu anggun dan eksklusif bukan. Tetapi bagaimana dengan proses yang harus dilewatinya? Oh seandainya batu mulia itu bisa berteriak, pasti aduh dan keluhnya pun sudah habis. Dan tiap proses itu tidak menjamin dia akan jadi luar biasa. Besarnya potongan, guratannya, bentuknya, cahayanya dsb, ternyata begitu beragam. Sehingga saat dijual ada yang mahal dan ada yang tidak terlihat mahal. Tetapi bagaiman pun, dia disebut batu mulia. Ada lagi benda yang mirip, buatan atau 'imitasi' juga berkilau. Tetapi bukan batu mulia.

Saudara, kekristenan kita juga demikian. Kalau kita sekedar ingin berkilau, tanpa proses panjang yang menyakitkan, ternyata bisa. Tapi nilai dan harganya jelas berbeda. Ingin berkilau? Tapi yang mana?

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Thursday, May 9, 2013

8 Mei 2013. Cukup itu berapa?


8 Mei 2013.
Cukup itu berapa?

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
(Filipi 4:11)

Pernakah kita merasa cukup? Sebagian akan berkata bahwa saat ini dirinya sudah merasa cukup. Sementara yang lain, walau sudah makin kaya, ia tidak merasa cukup. Jadi cukup itu berapa? Tak ada yang bisa memberi standart atau takarannya. Semua berpulang pada sikap hati kita. Jika kita mau belajar mencukupkan dengan apa yang ada, hidup kita akan penuh dengan syukur. Tapi jika tidak, hidup akan terus dengan ketidakpuasan, gerutuan dan keluhan akan jadi warna hidup.

Saudara yang kekasih, mari belajar mencukupkan dengan apa yang ada, bahkan mulailah memberkati orang lain, jadikan hidup kita jadi berarti bagi orang-orang sekitar. Maka sesederhana apapun kita, ucapan syukur kepada Jehovah Jireh, Tuhan yang menyediakan itu akan selalu meluap dari hati dan mulut kita.

Amin.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Tuesday, May 7, 2013

7 Mei 2013. Menggali Sumur-sumur Yang Sudah Terkubur.


7 Mei 2013.
Menggali Sumur-sumur Yang Sudah Terkubur.

Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
(Kejadian 26:18)

Ishak menggali sumur-sumur Abraham yang sudah ditimbun musuh. Ini sebuah pernyataan yang kuat sebab masa lampau memiliki kekayaan yang luar biasa, yang seringkali terkubur oleh jaman. Apa yang hari ini orang katakan sebagai kolot, kuno dan tidak modern, seringkali itulah kebenaran yang Tuhan gaungkan berabad yang lalu, tapi kemudian dikubur oleh jaman.

Saat anda duduk membaca firman-Nya dengan hati, di situlah saat saudara menggali sumur-sumur kebenaran itu. Saat saudara dibawa RohNya mengalami banyak perjalanan iman, disitulah tempat sumur-sumur itu berbual airnya, jangan remehkan dan abaikan kekayaan sumur-sumur itu. Justru bersikaplah bijaksana seperti Ishak.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

6 Mei 2013. Kita Belajar.


6 Mei 2013.
Kita belajar.

Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.
(Matius 11:29-30)

Tiap saat kita menghadapi apa pun, baik saat di atas maupun di bawah, itulah saat kita belajar. Saat Tuhan seperti "terlambat" dalam menolong, kita belajar. Saat doa kita seperti tak terjawab, kita belajar. Saat semua orang menjauh dari kita, kitapun belajar. Saat kita sulit mengerti dan dimengerti orang, itupun membuat kita belajar. Ya saat belajar yang terbaik adalah saat kita gagal dan di bawah. Kita bahkan boleh menangis dan meratap, tapi tetap kita belajar. Saat hati nyeripun, mari kita belajar. Jangan lupa, bukankah Yesus berkata: Belajarlah dari padaKu...jangan sia-siakan setiap kesempatan untuk belajar.

Situasi apa pun adalah guru-guru yang baik untuk belajar. Karena itu mari kita belajar.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Sunday, May 5, 2013

5 Mei 2013. Stigmata.


5 Meu 2013.
Stigmata.

Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
(Galatia 6:17)

Bagi Paulus, luka di tubuhnya akibat aniaya karena imannya adalah tanda atau stigmata bahwa dia adalah milik Kristus.

Penderitaan yang sampai menghasilkan cacat jasmani tidak disikapi dengan ratapan. Tidak juga dengan kepahitan. Tapi tiap goresan luka di tubuhnya penuh dengan cerita dan kesaksian tentang Tuhannya. Baginya luka dan cacat itu bukan aib, tapi medali. Bukan sesuatu yang harus ditutupi, tapi justru kebanggaan di hadapan Tuhannya.

Betapa bedanya dengan kita. Sungguh kita terlalu sering bereaksi begitu cengeng dan manja, padahal penderitaan kita karena iman kita tidaklah sebanding dengan rasul besar tersebut.

Saudara, adakah stigmata di hidup kita? Mungkin cuma goresan kecil yang nyaris terlihat. Karena itu, mari tegar saat melewati lembah duka. Supaya kelak bisa bersorak dalam suka.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

4 Mei 2013. Tujuan Hidup.


4 Mei 2013
Tujuan Hidup

Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN.
(Yeremia 29:11a)

Waktu Yohanes dan Andreas berjalan mengikuti Yesus, Tuhan menoleh dan bertanya: apakah yang kamu cari? Ini adalah pertanyaan yang sangat penting, dan pertanyaan yang sama Dia tunjukkan kepada kita semua.

Dalam kenyataan setiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda. Lalu apa jawaban saudara secara pribadi? Apa yang saudara cari dalam kepentinganmu dengan Yesus? Sebagian akan menjawab dengan tujuan-tujuan yang tak terlalu jauh, seperti melunasi hutang, hidup sukses, bahagia dsb. Ada yang mungkin ingin terkenal atau menjadi pengendali di bidang tertentu.

Ya tiap kita memang punya hak untuk menjawab sesuai dengan yang kita ingini, tapi perlu diingat bahwa ini tidak hanya melibatkan keinginan saudara dan saya semata. Tetapi juga ada keinginan Tuhan dan perasaan-Nya juga. Tuhan punya cita-cita atas hidup anak-anak-Nya. Dan betapa Dia ingin cita-cita-Nya itu sama dengan tujuan hidup kita. Lalu bagaimana kalau ternyata berbeda? Yach mungkin akan seperti kehancuran hati seorang ayah yang sedang membangun pabrik ban bagi anaknya, sementara si anak merengek dan memaksa supaya bisa jadi tukang tambal ban...sedih ya....

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Thursday, May 2, 2013

3 Mei 2013. Hidup yang Berarti.

3 Mei 2013.
Hidup yang Berarti

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
(Matius 5:5)

Banyak orang miskin, tapi jangan pakai telunjuk kita untuk menyalahkan, ulurkan tangan bagi mereka, maka hidup kita akan berarti. Banyak orang bodoh, mereka sudah kenyang cemooh, butuh kita untuk sentuh dan didik mereka. Banyak orang sakit, ah...jangan berteori tentang bakteri, nanti keburu mati. Banyak orang salah dan berdosa, jangan hakimi mereka dengan wajah hati yang begitu bengis, bawa saja kepada Yesus yang pengasih. Banyak orang yang melanggar, haruskah kita yang menghajar sambil berteriak kurang ajar?

Saudara, hidup ini seringkali harus memilih. Jadi hakim yang lalim atau hamba kebenaran yang lembut. Pilihan pertama seakan membuat kita kuat, karena seseorang selalu kita dudukan di kursi terdakwa. Tapi sadarkah saudara bahwa suatu kali kelak kita bisa didudukan orang yang sama? Tapi kalau kita memilih jadi yang ke 2,maka hidup kita sungguh akan berarti.

Hidup cuma sekali setelah itu mati, pilihlah jadi yang penuh arti. Amin.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

2 Mei 2013. Hati yang Hidup.


2 Mei 2013.
Hati yang Hidup

"Biarlah hatimu hidup untuk selama-lamanya..."
(Mazmur 22:27)

Ya, ternyata tidak semua yang bernyawa mempunyai hati yang hidup. Ada banyak orang yang masih bernyawa, masih penuh dengan aktivitas hidup, sehat secara jasmani, tapi hatinya mati. Tidak bisa lagi tersentuh dengan penderitaan orang lain, tidak peduli dengan siapa pun, tidak ada yang bisa dialirkan dari dalam hatinya. Juga tidak kenal yang namanya belas kasihan, yang dia cari hanyalah keuntungan. Tidak ada lagi pelayanan, yang tercecer hanyalah kegiatan. Tak lagi punya gairah dengan Tuhan, cuman keagamawian yang masih tersisa. Itulah orang yang masih bernyawa tapi hatinya tidak hidup. Betapa mengerikanya hidup yang seperti ini. Padahal segala sesuatu dalam hidup manusia, terpancarnya dari hatinya. Kalau yang di dalamnya mati maka 'kematianlah' yang disebarkan. Sehingga apa pun yang disentuh menjadi mati.

Saudara, mintalah supaya hatimu selalu hidup. Sebab segalanya diawali dan ditentukan dengan yang di hatimu.

Renungkanlah....

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

1 Mei 2013. Kehendak Tuhan.


1 Mei 2013.
Kehendak Tuhan.

"Mengucap syukurlah di segala hal,sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi Mu" (1Tesalonika 15:8)

--Tdk ada manusia di atas bumi ini yang tidak pernah mengalami padang gurun. Kalau ucapan syukur hanya diberikan saat di tanah perjanjian saja, kita nggak ada bedanya dengan bangsa Israel yang dibawa Tuhan keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Selama 40 tahun berputar-putar di padang gurun,tak terhitung mujizat yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka:

Laut Merah terbelah 2, air keluar dari batu menjadi kolam air, manna turun dari surga, burung puyuh didatangkan menjadi makanan mereka, tiang awan & tiang api selalu memayungi langkah-langkah mereka di padang gurun. Begitu banyak perbuatan Tuhan yang besar menyertai bangsa Israel sampai-sampai pakaian & kasut mereka tidak menjadi rusak sama sekali. Sungguh mujizat luar biasa.

Beberapa waktu lalu dalam acara keluarga seorang ponakan bersuara emas menyanyi pujian."It is well with my soul" Semua yang hadir terharu mendengarnya. banyk yang meneteskan air mata. Bagaimana tidak? Beberapa bulan yang lalu, akhir Januari awal Maret 2011. Gadis kecil ini terbaring di ICU selama 1,5 bulan, penyakit Encephalitis yang tiba-tiba menyerang otaknya. Dari seorang anak kecil yang pintar, lincah, bersuara emas (sering menang lomba nyanyi), mendadak tidak berdaya di ICU dengan selang infus disekujur tubuhnya. Bernafas pun dengan alat bantu. Dokter berpendapat sudah tidak ada harapan, kalaupun bisa sadar, maka resikonya cacat mental. Keluar dari ICU, harus menjalani perawatan selama 2 bulan. 2 bulan, belajar bernafas, makan, duduk, bicara & berjalan. Belajar mengenali orang-orang. Yang mengasihinya. Kondisi otaknya benar-benar seperti baru di ctrl-alt-del.

Tuhan Maha Besar, 11 Juni 2011, bisa mendengar gadis kecil ini menyanyi "it is well.... it is well... with my soul'. Suaranya masih bening & indah seperti dulu, yang mengherankan, ia hafal lirik lagu pujian ini dari awal sampai akhir.

--Masih panjang & berat pemulihan tubuhnya, tapi gadis kecil ini berkata, "it is well, it is well with my soul." Sebuah makna ucapan syukur yang amat sangat dalam, karena menyanyi lagu pujian dari tengah padang pasir.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)


Tuesday, April 30, 2013

30 April 2013. Melekat.


30 April 2013.
Melekat.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(Yohanes 15:5)

Yesus berkata bahwa Dia adalah pokok dan kita carang-carang-Nya. Coba renungkan, apa yang carang-carang itu harus upayakan supaya menghasilkan buah? Paraktis tidak ada bukan. Dia tidak berbuat apapun. Yang dilakukan hanyalah melekat pada pokok atau batang. Carang itu cukup hanya melekat dan segala sesuatunya dialirkan dalam dirinya.

Maka demikian juga dengan kita. Bagian kita adalah tetap melekat pada Yesus. Dan biarkan Tuhan mangaliri kita dengan anugerha-Nya. Itulah yang namanya hidup dalam penyerahan total.

Kita sudah mencoba banyak hal. Kita telah berupaya dengan segala upaya. Tapi pernakah mencoba untuk menyerah?

Cobalah...melekatlah...dan kecaplah aliran berkat-Nya.amin

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

29 April 2013. Mengajar dan Berbuat Baik.


29 April 2013.
Mengajar dan Berbuat Baik.

Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
(Lukas 22:26)

Hari-hari ini banyak orang sedang mengkampanyekan dirinya supaya terpilih jadi pemimpin rakyat. Semua mengobral janji dan program. Sebagian hasil pemikiran yang matang. Sebagian lagi asal menarik dan laku dijual.

Sebenarnya kalau kita mengikuti cara Tuhan Yesus, jauh lebih baik. Yesus mengajar dan berbuat baik dengan menyentuh hidup banyak orang. Itu yang terus-menerus dilakukannya tanpa henti, akhirnya orang yang memaksa-Nya jadi raja, walau ditolak-Nya.

Gereja jika meneladani ini akan hidup dalam harmoni yang ajaib. Tidak ada yang sekedar berdebat untuk idenya diterima, juga tidak ada black campaign yang menjelekkan sesama supaya kelihatan baik dan tidak ditinggalkan orang. Bukankah jika ingin jadi pemimpin kita harus jadi pelayan bagi semuanya?

Mari ajarkan dan sampaikan good news dan jangan jemu berbuat baik. Oke?

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

28 April 2013. Legowo.


28 April 2013.
Legowo


Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
(Yohanes 16:7)

Kata itu memang dalam Bahasa Jawa, yang artinya rela dan iklas terhadap sesuatu. Biasanya dikonotasikan ketika seseorang harus melepaskan sesuatu. Di dalam kenyataannya, tidaklah begitu mudah. Banyak orang lebih suka menggenggam erat sesuatu yang telah dipegangnya. Tidak rela melepaskannya pada orang lain. Bahkan kalau perlu dia akan dipertahankan mati-matian.

Tapi tidak dengan Yesus. Dia bahkan berkata adalah lebih baik bagi kita kalau Dia terangkat ke surga dan Roh Kudus turun. Yesus "legowo" ketika Roh Kudus ambil alih tugas-Nya. Dia juga berkata kalau kita percaya kita akan lakukan bahkan lebih besar dari yang Dia lakukan. Yesus "legowo" waktu murid-Nya yang bisa melakukan yang lebih besar dari Dia.

Saudara, milikilah hati " legowo" seperti Yesus. Maka kita akan hidup dalam kelegaan...lego...

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Retype By Elisha Erick

27 April 2013. Dipercaya dan Mempercayakan.


27 April 2013
Dipercaya dan Mempercayakan

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
(II timotius 2:2)

Hidup kita di dalam Kristus ternyata mengandung dua sisi dalam hal tanggung jawab yang Tuhan berikan, yaitu "dipercaya" dan "mempercayakan".

Orang yang tidak memiliki kedua-duanya adalah orang yang gagal mengemban hidupnya di hadapan Tuhan dan manusia. Bagaimana tidak? Orang yang dipercaya adalah orang yang dianggap memiliki integritas dan kemampuan, karena itulah orang lain percaya kepadanya.

Mereka yang dapat dipercaya mendapat penilaian positif dari Tuhan atau manusia. Sedangkan orang yang biasa mempercayakan sesuatu yang ada padanya pada orang lain adalah orang yang sedang memperbesar kapasitasnya.

Bayangkan kalau semua urusan hidupmu harus dikerjakan semua sendiri. Dari kerja, urusan dapur, les anak sekolah, sampai semua urusan pekerjaan tidak punya pegawai/ staff satupun. Apa yang terjadi? Kapasitasnya tidak bisa berkembang.

Jadi harus bagaimana? Jadilah orang yang dapat dipercayai dan temukan atau didik orang yang bisa menjadi kepercayaan. Disitu kita bisa dipercayai dan mempercayakan.

26 April 2013. Keluhan.


26 April 2013
Keluhan


Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Tuhan dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
(Roma 8:26)

Keluhan bukan otomatis sebuah doa. Keluhan seringkali mengandung keletihan dan hilangnya harapan. Keluh kesah juga di dalamya seringkali ada mengasihani diri sendiri. Dan itu bukan nada yang indah melainkan nada sumbang di telinga Tuhan. Pada titik seperti itu, firman berkata keluh kesah kita bisa berubah menjadi pemberontakan di hadapan Tuhan.

Apakah manusia tidak boleh berkeluh kesah? Tentu saja boleh. Bahkan ada keluhan yang menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak. Yaitu saat kita berbahasa roh, kita mengucapkan keluhan yang tidak bisa terucapkan atau terkatakan. Karena itu dari Roh Tuhan, otomatis akan menghasilkan reaksi Ilahi yang luar biasa.

Saudara yang kekasih, jika hati terasa berat, biarlah keluhanmu terucap lewat bahasa Roh-Nya saja.

Puji Tuhan.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Retype By Elisha Erick

25 April 2013. Okultisme.


25 April 2013
Okultisme

Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. (Lukas 22:3)

Biasanya dipakai untuk menyebut suatu kepercayaan yang menyembah roh-roh tertentu atau kuasa gelap, tetapi kata ocult sendiri artinya adalah sesuatu yang tersembunyi.

Artinya tanpa sadar, kalau hidup kita tidak memiliki ketulusan, akan membuat kita membuka diri terhadap pekerjaan si jahat. Tetapi kenyataannya itulah yang terjadi, bukan? Yudas yang gemar mencuri kepercayaan Tuhan, akhirnya kerasukan setan. Mari hidup dalam ketulusan.

Mari memiliki hati yang membuang semua kedengkian, mari hidup dalam damai dengan semua orang. Kita tidak harus setuju dengan semua orang, tetapi juga jangan jadikan itu celah untuk melakukan sesuatu yang tersembunyi.

Damai sejahtera bagi mereka yang berkenan kepada-Nya. Amin.

Renungan Harian dari Hati Sang Raja
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Retype By Elisha Erick